Festival Agam-Inong Digelar September

Banda Aceh, NAD - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banda Aceh akan menggelar festival "Agam-Inong" (abang-nona) pada 12 September 2011 untuk menjadi duta promosi pariwisata di daerah itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Reza Fahlevi di Banda Aceh, Rabu (27/7/2011) menyatakan, pihaknya akan terus mempromosi dan mengembangkan sektor pariwisata, sehingga minat wisatawan mengunjungi daerah ini semakin meningkat.

Menurut Reza, pemilihan tersebut untuk meningkatkan sosialisasi kebudayaan dan pariwisata di Kota Banda Aceh kepada masyarakat.

Tentunya, lanjut Reza, kontes ini sebuah upaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana mengembangkan objek wisata secara profesional. "Festival ini untuk menyukseskan tahun kunjungan Banda Aceh 2011 dan meningkatkan minat wisatawan, lokal dan luar daerah berkunjung ke Banda Aceh," sebut Reza.

Festival Agam-Inong diharapkan bisa melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dan kepariwisataan.

"Mudah-mudahan festival Inong-Agam membuat Banda Aceh menjadi lebih dikenal baik di Indonesia maupun mancanegara. Semakin banyak event dibuat, semakin banyak wisatawan yang datang, sehingga bisa mendorong keinginan investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata Banda Aceh," ujarnya.

Selain itu, Reza menjelaskan Festival Agam-Inong bukan kontes kecantikan namun pemilihan didasarkan dengan kualitas individual peserta. "Pemenang festival ini nantinya akan menjadi duta wisata Banda Aceh untuk mempromosikan sektor kepariwisataan ke luar daerah. Mudah-mudahan pemenang ini bisa menyosialisasikan pariwisata Banda Aceh hingga ke luar negeri," harapnya.

Reza memaparkan, festival tersebut merupakan agenda tahunan keempat digelar di Banda Aceh. Pemko Banda Aceh menargetkan kunjungan wisatawan ke daerah itu pada tahun 2011 sebanyak 400.000 orang. "Jumlah kunjungan wisata kami targetkan naik dua hingga tiga kali lipat. Sekitar 400.000 wisatawan diharapkan berkunjung ke Banda Aceh tahun ini," katanya.

Beberapa kegiatan besar untuk menunjang promosi wisata, seperti festival budaya, musik, hingga acara keagamaan, sudah dilaksanakan. Di samping itu, kegiatan konferensi berskala nasional, regional, dan internasional diharapkan bisa menunjang promosi pariwisata Banda Aceh.

Reza menambahkan, sasaran utama promosi wisata ini memang masih pada wisatawan nusantara, namun untuk kawasan regional, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, hingga Vietnam dan Myanmar, Banda Aceh sudah cukup dikenal. "Baru saja kita melaksanakan Festival Budaya Internasional. Dan ini sangat positif hasilnya, karena Banda Aceh lebih dikenal di dunia internasional," katanya.

-

Arsip Blog

Recent Posts