Nelayan Mamuju Gelar Ritual Mappandesasi

Polewali, Sulbar – Nelayan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tumpah ruah mengikuti ritual Mappandesasi. Tradisi pesta nelayan turun temurun ini digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mamuju.

Haidar seorang nelayan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas keselamatan yang diberikan kepada nelayan saat beraktifitas di laut.

“Ini sudah menjadi kebiasaan tahunan nelayan disini, di mana para nelayan tetap diberikan keselamatan dalam beraktifitas di laut,” kata Haidar, Minggu (15/3/2015).

Haidar menjelaskan, mappandesasi adalah budaya turun temurun masyarakat Mandar yang tinggal di daerah pesisir pantai. Budaya mappandesasi yang telah berlangsung sejak lama di daerah Mandar, digelar sekali dalam setahun yang selalu dirangkaikan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ritual ini selain sebagai bentuk rasa syukur nelayan etnik Mandar, juga berfungsi memperkuat rasa solidaritas sesama etnik Mandar,” kata Haidir.

Selain ratusan nelayan dan penduduk tumpah ruah dalam ritual tersebut. Acara tahunan ini juga dihadiri Bupati Mamuju, Suhardi Duka.

Kehadiran Bupati sekaligus melakukan pelepasan kapal hias yang akan melakukan ritual tahunan Mappandesasi di Pulau Bone Tangnga.

Suhardi mengatakan, antara agama dengan budaya masyarakat memang saling berkaitan dan saling melengkapi khususnya di daerah Mandar.

“Mappandesasi merupakan bahasa daerah yang bermakna memberikan sesajen ke laut. Ritual ini adalah kebiasaan tahunan yang dipercaya oleh para nelayan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan atas keselamatan nelayan di laut,” kata Bupati Mamuju ini.

-

Arsip Blog

Recent Posts