Jipeng, Seni Tradisional Menarik Wisatawan Asing

Bandung, Jabar - Akulturasi budaya bukan hanya menjadi memperkaya khasanah seni budaya bangsa, tetapi juga menjadi dayatarik bagi keberadaan seni budaya tersebut. Bahkan dalam perjalanannya kesenian hasil akulturasi budaya tersebut mampu bertahan dan eksis serta diterima masyarakatnya dengan mudah.

“Hal ini pula yang menjadi alasan kenapa kami (Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat) melakukan atau menjalankan Program Pewarisan Seni Tradisional Jipeng. Selain kesenian (Jipeng) merupakan kesenian tradisional dari Kampung Adat Girang Kasepuhan Banten Kidul Ciptagelar, juga mempunyai sejarah seni dan budaya cukup panjang yang menarik untuk diwariskan, dan menunjukan kalau kesenian tradisional tidak selalu kuno,” ujar Kepala BPTB Jabar, Dra. Hj. Rosdiana Rachmiwaty, M.Si., dalam sambutannya pada pergelaran kesenian tradisional Jipeng Satia Pulun Kampung Adat Banten Kidul Ciptagelar hasil Program Pewarisan Seni Tradisional, bertempat di Teater Terbuka Taman Budaya Jabar, Sabtu (10/11) malam.

Terbukti, meskipun kesenian Jipeng usianya terhitung sangat tua dengan alat-alat musik terdiri dari clarinet, coronet (sejenis terompet), baritone, trombone dan snare serta bas drum warisan Belanda memukau penonton. Diawali “Tatabeh” (musik penbuka) dimainkan penonton yang terdiri sejumlah tokoh dan pelaku seni budaya, dosen dan mahasiswa sejumlah perguruan tinggi serta wisatawan asing, menikmati suguhan klasikal instrumen tempo dulu.

Memasuki acara inti penonton disuguhi suatu musik yang sangat berbeda. Saat lagu, “Cendol Hejo” disambung “Kipas Kirey” dan “Mapay Roko” penonton seakan tersihir untuk turun mendekati sisi panggung dan menari. Dipuncak pegelaran berupa sandiwara (topeng) berjudul “Astanaja” penonton dibuat tertawa karena dialek atau logat bicara para tokoh serta jalan cerita yang dibawakan.

-

Arsip Blog

Recent Posts