Pengelolaan Pariwisata Harus Libatkan Swasta dan Masyarakat

Soreang, Jabar - Bupati Bandung, Obar Sobarna menyatakan, pengelolaan pariwisata di Kab. Bandung harus melibatkan pihak swasta dan masyarakat sekitar. Langkah itu harus dilakukan agar pengelolaannya bisa lebih baik dan profesional.

"Potensi pariwisata di Kab. Bandung sangat besar dan bisa menjadi pendorong peningkatan ekonomi. Tentunya jika pengelolaannya dilakukan dengan baik dan profesional," kata Obar saat membuka pelatihan dan sarasehan Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kab. Bandung di Gedung Korpri, Soreang, Senin (25/10). Selain dihadiri 250 peserta anggota Kompepar, pada kegiatan itu hadir pula Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan itu, Obar juga mengingatkan, usaha di bidang pariwisata tidak hanya tertuju kepada peningkatan ekonomi semata. Pasalnya, di dalamnya mengandung aspek sosial dan budaya.

"Oleh karena itu, pengembangan pariwisata di Kab. Bandung selain menjadi variabel pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga harus memerhatikan kelestarian nilai-nilai budaya dan menjaga kelestarian lingkungan alam," jelasnya.

Dikatakan, dalam rencana strategi pembangunan kepariwisataan, Pemkab Bandung telah menggariskan di antaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian memberikan manfaat terhadap perkembangan sosial budaya dan terciptanya iklim yang kondusif bagi pembangunan pariwisata di Kab. Bandung.

Menurutnya, wilayah Kab. Bandung yang secara geografis dikelilingi pegunungan dan perkebunan, banyak memiliki potensi wisata alam dan rekreasi maupun wisata budaya. Seperti halnya di Kec. Rancabali terdapat objek wisata pemandian air panas Cimanggu, Situ Patenggang, Bumi Perkemahan Rancaupas disamping wisata Kawah Putih.

"Pengelolaan objek wisata tersebut sekarang masih berada di pihak Perhutani Bandung Selatan dan pemkab telah mengajukan permohonan kepada Menteri Kehutanan agar pengelolaannya dilakukan oleh Pemkab Bandung," papar Obar. (B.84)**

-

Arsip Blog

Recent Posts