Festival Singkawang Kurang Promosi

Singkawang, Kalbar - Festival Singkawang yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang tanggal 18-19 Juni lalu, dinilai kurang dipromosikan. Dampaknya, wisatawan dari luar tak banyak yang datang.

Walaupun even yang digelar bertujuan untuk mempromosikan, sekaligus untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Singkawang, tapi kegiatan ini justru kurang promosi dan tidak melibatkan media massa. “Ini mungkin karena Pemkot tidak mempromosikan lebih dulu rencana kegiatan ini. Kalau saya lihat, yang memadati acara ini justru warga lokal,” ucap Syahria, petugas di salah satu stand Festival Singkawang kepada Equator, Sabtu (19/6) malam.

Ia menduga Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang tidak merangkul media massa guna menyukseskan kegiatan ini. Padahal di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga yang terlibat dalam industri pariwisata terus ditingkatkan. Sehingga, tanpa ada peningkatan kualitas insan pariwisata, maka upaya meningkatkan promosi wisata yang telah dan akan dilakukan akan sia-sia. “Jangan sampai promosi wisata yang dilakukan secara terus-menerus dan gencar, justru terasa ‘hambar’ karena Dinas Pariwisata Kota Singkawang tidak dapat mencerminkan kualitas pariwisata yang ditawarkan. Menjadi terlihat tidak seimbang antara yang dipromosikan dengan kenyataannya,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan pemerhati pariwisata Kota Singkawang Mustari. Menurut dia, seharusnya Pemkot Singkawang berupaya terus meningkatkan kerja sama promosi pariwisata, baik dengan pemerintah daerah lain maupun dengan pihak ketiga. Sehingga, jaringan pariwisata yang telah ada selama ini, termasuk di dalamnya paket wisata tour di Singkawang akan semakin berkembang. “Jangan cuma mengadakan even yang hanya menguntungkan diri pribadi saja, tapi tak menghasilkan apa-apa bagi Kota Singkawang. Saya anggap festival kali ini gagal,” singgungnya.

Pria yang kini aktif di sebuah LSM bidang sosial budaya dan pariwisata ini melanjutkan, promosi merupakan sarana efektif untuk meningkatkan pasar pariwisata Kota Singkawang, karena dampaknya akan terasa pada peningkatan jumlah wisatawan ke Kota Singkawang. Otomatis, akan berimbas pula pada peningkatan sektor ekonomi masyarakat.
Selain meningkatkan kerja sama dengan semua pihak yang telah terjalin, penetrasi kerja sama dengan media massa juga harus semakin ditingkatkan kualitasnya. Selain memasang iklan, promosi dan kerja sama dalam bentuk lain adalah dengan media massa. Media massa mampu mempublikasikan, sekaligus mempromosikan wisata dengan gencar. Sebab, pariwisata merupakan salah satu ujung tombak realisasi visi dan misi daerah yang telah ditetapkan Walikota Singkawang. “Sangat disayangkan kalau Pemkot tidak melibatkan media massa dalam mempromosikan pariwisata di daerah ini,” ingatnya.

Sebab berdasarkan informasi yang didapat, Kementerian Pariwisata dalam menyusun Rencana Pembangunan Pariwisata Nasional justru meminta masukan dari kalangan pers. (oVa)

-

Arsip Blog

Recent Posts