Sail Banda Habiskan Rp 160 Miliar

Jakarta - Hajatan kelautan tahunan Sail Indonesia yang kali ini terpusat di Banda menghabiskan anggaran sebesar Rp 160 miliar.

"Tidak ada pengalokasian khusus, total anggaran masing-masing kementerian jika digabungkan mencapai Rp 160 miliar," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso, di Jakarta, Minggu (20/6).

Dari total anggaran tersebut, menurut Aji, pengeluaran terbesar dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum yakni mencapai hingga Rp 70 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur guna menunjang pelaksanaan Sail Banda.

"Macam-macam keperluannya, ya untuk buat jalan, pelabuhan," ujar dia.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Kesejahteran Rakyat mengeluarkan anggaran hingga Rp 26 miliar, yang lebih banyak dipergunakan untuk kegiatan sosial.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri, menurutnya, meengucurkan anggaran hingga Rp 11 miliar, guna pelaksanaan berbagai seminar internasional terkait kelautan dan perikanan. Sedangkan pemda mengeluarkan anggaran dari APBD sebesar Rp 12 miliar.

Berbagai kegiatan akan dimulai sejak awal Juli dengan kegiatan awal berupa Operasi Bakti Surya Baskara Jaya pada 5 Juli, Lintas Bahari Remaja pada 23 Juli, hingga perlombaan perahu layar dari Darwin, Australia, hingga Ambon yang dimulai pada 24 Juli.

Sebanyak 110 perahu layar dari berbagai negara diantaranya dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Eropa, telah terdaftar sebagai peserta "Yatch Rally Sail Banda". Sebanyak 50 kapal layar akan langsung menuju Banda, sisanya akan berlayar menuju Kupang.

"Tahun ini, titik masuk kapal layar peserta "Yatch Rally" hanya dari selatan saja. Dan kemungkinan kapal riset Amerika, Okeanos, akan ikut meramaikan Sail Banda, tapi masih perlu dikonfirmasi kepastiannya," ujar Aji. [EL, Ant]

-

Arsip Blog

Recent Posts