Presiden Heran, Kasus Korupsi di Riau Tanpa Koruptor

Pekanbaru (SIB), Kasus pelaporan korupsi di Provinsi Riau ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat banyak namun tidak ada koruptor yang terjerat, kata seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Prof Dr Subur Budi Susanto.

Saat berdialog dengan puluhan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Pekanbaru, Sabtu malam, ia mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga heran dengan kondisi tersebut.

Itu sebabnya, dalam kesempatan kunjungan Presiden ke Riau tanggal 11-12 Agustus 2007 ini, pihaknya sengaja berdialog dengan pengiat LSM untuk mencari masukan perihal berbagai kasus korupsi di Riau yang tidak juga tertangani.

Banyak korupsi tapi tidak ada koruptor. Telah kami tanya ke KPK sebab pemberantasan korupsi merupakan salah satu program Presiden,kata Subur.
Ia mengakui Riau merupakan kampung halamannyayang kedua karena pernah bertugas di daerah ini saat di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bahkan melakukan pembinaan terhadap masyarakat asli Sakai di Riau.

Ia mengatakan, sangat peduli dengan Riau karena negeri ini tidak asing baginya, sehingga selaku salah seorang penasehat Presiden merasa heran dengan kondisi Riau akhir-akhir ini.
Bahkan, lanjut dia, saat awal pemerintahan SBY berbagai kasus di Riau telah masuk kepadanya.

Menurut dia, selaku orang dekat Presiden selalu didatangi para tersangka koruptor. Kadang penegak hukum yang datang padanya minta tolong untuk menaikkan suatu kasus namun kadang ada pula tersangka yang merengek-rengek perihal kasusnya jangan disampaikan pada Presiden.

Presiden setuju memberantas korupsi terutama di Riau. Tapi untuk sementara diseleksi, tunggulah ada gilirannya siapa saja,ungkap Subur.

Seleksi pemberantasan korupsi yang dimaksudnya yakni melihat besaran uang yang diambil tersangka koruptor.

Kemudian, dampak nyata dari korupsi tersebut apakah betul menimbulkan bencana ekonomi, urgensinya kasus tersebut agar tersangka tidak melarikan diri dan dampaknya terhadap masyarakat.

Kita sangat mengharapkan KPK apa pun perkara yang masuk tidak lepas, diperiksa. Laporan masyarakat segera direspon,katanya.

Ia yakin kasus-kasus korupsi di Riau yang saat ini tanpa tersangka koruptor dapat segera dientaskan dengan pengusutan KPK.

Mudah-mudahan waktu itu akan sampai juga, berdoa sajalah dan bakal ada yang masuk,katanya perihal pemeriksan beberapa pejabat di Riau yang diduga melakukan penyimpangan. (Ant/l)

Sumber :hariansib.com : 13 Agustus 2007
-

Arsip Blog

Recent Posts