Media Massa Peduli Sastra Melayu

Pekanbaru, Riau - Media massa, terutama di daerah yang kental masyarakat dan budaya Melayu, seperti di Riau, memberikan kepedulian yang tinggi pada perkembangan sastra Melayu.

Media massa itu memberikan halaman atau peluang yang memadai untuk tampilnya sastra Melayu di tengah masyarakat. Pengakuan itu disampaikan Sastrawan dan Budayawan Melayu di Riau, Taufik Ikram Jamil dalam Dialog Budaya Melayu, Senin (3/12/2012) sore di Pekanbaru, Riau.

Taufik tampil dalam dialog bersama akademi asal Malaysia yang banyak meneliti teater Melayu, Prof Dr Datin Rahmah Bujang. Dialog itu, yang juga diisi oleh pengurus Lembaga Adat Melayu di Riau, Al Azhar dan dosen Universitas Malaysia di Kelantan, Prof Dr Harun Daud, diadakan sebelum pembukaan resmi Dialog Budaya Melayu, Senin malam ini.

Dialog Budaya Melayu itu diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pemerintah Provinsi Riau dan Lembaga Adat Melayu di Riau. Dialog berlangsung hingga Rabu mendatang. Peserta dialog tak hanya berasal dari seluruh Indonesia, melainkan juga diikuti utusan dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan Filipina.

Taufik Ikram menyebutkan, sejumlah media massa di Riau memberikan halaman yang memadai bagi budaya Melayu. "Jadi, akhirnya apapun bisa dimuat," katanya.

Namun, di sisi lain Taufik Ikram mengakui, penerbitan terkait dengan budaya Melayu, khususnya buku-buku sastra Melayu memang belum menggembirakan. Bahkan masih memprihatinkan, karena pasarannya sangat terbatas. Belum menjadi bacaan yang diminati masyarakat alias laku.

Rahmah Bujang mengisahkan perkembangan teater Melayu di Malaysia yang kini mampu bangkit, karena mengikuti perkembangan masyarakat. Teater Melayu pun rutin dipentaskan di Malaysia.

-

Arsip Blog

Recent Posts