Seniman Aceh Gelar Sembilu Sakura

Banda Aceh, NAD - Sejumlah seniman senior Aceh menggelar berbagai aksi kesenian Sembilu Sakura untuk menyampaikan rasa duka musibah gempa dan tsunami yang melanda Jepang di Banda Aceh, Minggu (20/3) malam.

"Kegiatan ini tak direncanakan sebelumnya, tapi ini sebagai wujud kami para seniman yang turut berduka atas musibah yang melanda Jepang," kata koordinator kegiatan Fikar W Eda.

Kegiatan tersebut juga untuk warga Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, yang tertimpa musibah banjir bandang.

Ungkapan duka ini tercermin dari berbagai syair puisi, ratoh (syair Aceh) dan lagu-lagu berbahasa Simeulu, yang menceritakan bagaimana gelombang besar datang dan menghantam kehidupan manusia, yang menjadi sebuah pengalaman hidup bagi warga di Kepulauan Simeulu, Aceh.

"Simeulue adalah satu-satunya daerah yang memiliki kearifan lokal dan pembelajaran akan gelombang tsunami bagi warganya, sehingga ketika gelombang tsunami melanda Aceh tahun 2004, nyaris tak ada korban," ujar Yoppi Simeulu, seorang seniman asal Kabupaten Simeulue.

Para seniman juga menyerukan kepada dunia untuk bersatu membantu dan mendukung Jepang agar bisa kembali bangkit, seperti halnya Aceh.

"Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan perlindungan kepada mereka yang menjadi korban bencana ini dan semoga jumlah korban tidak semakin bertambah," ujar Fikar W Eda, yang juga seniman senior Aceh itu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Aceh, Ahmad Farhan Hamid, dalam kegiatan yang sama mengaku kecewa terhadap pemerintah Aceh yang belum menyatakan duka dan simpatik untuk Jepang secara resmi.

"Setelah 11 Maret, saya menunggu-nunggu pernyataan resmi dari pemerintahan Aceh untuk menyampaikan rasa duka dan empati untuk Jepang,

namun belum terdengar, padahal dalam dua hal Aceh menjadi guru bagi dunia, yakni menyelesaikan konflik dan menangani bencana, tapi sayang Aceh belum bisa jadi guru yang baik bagi dunia," kata Farhan yang juga anggota MPR RI ini.

Diharapakan aksi seni simpatik ini bisa memberi dukungan secara moril bagi masyarakat Jepang, walau hanya melalui berbagai syair.

"Mudah-mudahan nanti beberapa seniman kita bisa berkunjung ke Jepang dan di sana bisa menampilkan berbagai aktifitas seni untuk menghibur sekaligus membangkitkan kembali semangat warga di negara itu," ujar Farhan.

Related Posts:

-

Arsip Blog