Komunitas Duta Budaya Indonesia Diluncurkan di Australia

London, Inggris - Keindahan dan keanekaragaman budayanya kerap kali mengundang decak kagum dunia mulai Tari Saman khas bumi Aceh sampai Sajojo asal Papua, dari Angklung yang dinamis khas bumi Parahyangan sampai denting magis Gamelan Jawa .

Berangkat dari kekayaan budaya Indonesia, para penggiat budaya Indonesia di Australia meluncurkan Komunitas Duta Budaya Indonesia (KDBI) yang disaksikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Primo Alui Joelianto, ujar juru bicara KDBI Yasmi Adriansyah kepada ANTARA London, Rabu.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Primo Joelianto menyambut hangat peluncuran KDBI dan mengharapkan dengan dibentuknya KDBI. "Saya menyambut baik prakarsa terbentuknya KDBI yang diharapkan dapat merangkul berbagai penggerak budaya Indonesia. Setiap warga Indonesia adalah duta-duta yang sesungguhnya," ujarnya.

Peluncuran KDBI berlangsung meriah. Kelompok Angklung Awivadya membuka acara dengan lagu-lagu berirama riang. Kemudian aneka tarian tradisional Indonesia ditampilkan dengan dinamis serta suguhan lagu keroncong dari Indonesian Ukulele Orchestra.

Keanggotaan KDBI terbuka bagi siapapun pencinta budaya Indonesia. Sejumlah tokoh-tokoh penggerak berbagai sentra budaya di Australia telah memberikan dukungan dan bahkan berkenan menjadi anggota kehormatan.

"Kami merasa terhormat," ujar Prapti, seorang pengajar Bahasa Indonesia dan nilai-nilai budaya Indonesia yang telah bertahun-tahun mengajar diplomat dan pejabat di Canberra, Australia.

Ruang lingkup KDBI berawal di Canberra, namun diharapkan menyebar ke seluruh Australia, dan bahkan dunia. Karenanya, KDBI juga mendapat kepercayaan dari tokoh-tokoh seni-budaya di tanah air, seperti Helmy Yahya, Asma Nadia dan Sam Udjo yang telah berkenan menjadi anggota kehormatan.

"Saya memberikan apresiasi positif atas inisiatif ini dengan harapan akan semakin menginspirasi siapapun warga negara Indonesia untuk menjadi duta budaya, termasuk dalam hal industri kreatif," ujar Helmy Yahya.

Tokoh angklung Sam Udjo juga menyatakan dukungan atas pembentukan KDBI. "Saya berharap komunitas ini akan berdampak pada langkah penyebaran yang lebih luas budaya Indonesia."

Komunitas Duta Budaya Indonesia digerakkan Yasmi Adriansyah, seorang mahasiswa dan entrepreneur; Eris Sugiatna, seorang pekerja sosial dan konduktor Awivadya (Indonesian Angklung); dan Panuntun Nugraha, seorang entrepreneur dan seniman multitalenta yang lama menetap di Australia.

Sebagai organisasi yang bersifat guyub, tujuan dari pembentukan KDBI adalah sebagai sarana komunikasi antar para penggerak, penggiat dan pecinta budaya Indonesia. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah saling bertukar informasi serta berusaha proaktif dan sinergis dalam mengadakan berbagai kegiatan budaya.

Keanggotaan KDBI terbuka bagi siapa pun pencinta budaya Indonesia. Adapun kepada para penggerak sentra-sentra budaya, seperti kelompok gamelan, angklung, bahasa, menulis, puisi, tari, musik dan bahkan kuliner nusantara diberikan tempat sebagai anggota kehormatan.

-

Arsip Blog

Recent Posts