Gubernur Akhirnya Patenkan Baju Kurung Jadi Pakaian Dinas Resmi Di Hari Jumat

Tanjungpinang, Kepri - Penjabat Gubernur Kepri, akhirnya mengeluarkan Surat Edaran terkait aturan berpakaian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri. Keputusan tersebut dinilai tepat untuk menjadi tradisi Melayu dengan berbaju kurung di hari Jumat.

"Ya memang benar, Gubernur Kepri sudah mengeluarkan SE dengan Nomor 106/0122/SET tentang pakaian dinas di lingkungan Pemprov Kepri. Sehingga menegaskan, kalau baju kurung tetap menjadi pakaian dinas resmi di hari Jumat," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Kepri, Raja Heri Mokhrizal menjawab pertanyaan Batam Pos, Selasa (9/2) di Tanjungpinang.

Disinggung terkait bertentangan dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Heri menegaskan berdasarkan UU Otonomi daerah, daerah punya kewenangan untuk mengatur itu. Menurutnya, banyak tugas lain yang harus dikerjakan oleh Kemendagri, bukan mengurus hal-hal seperti ini.

"Setiap daerah punya kearipan lokal, begitu juga Kepri dengan tradisi berbaju kurungnya di hari Jumat. Tentu yang sudah melekat tersebut, jangan sampai dihilangkan. Apalagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengenal istilah Bhineka Tunggal Ika.

Lebih lanjut katanya, terbitnya Peraturan Mendagri (Permendagri) memang merancukan tentang ketentuan berpakaian dinas. Akan tetapi, Pemerintah Provinsi Kepri tetap pada kebijakan berbaju kurung di hari Jumat. Pertimbangannya adalah untuk menjaga kearipan lokal di Pemprov Kepri.

"Apa yang sudah menjadi adat istiadat maupun kebudayaan, sampaikan kapanpun harus tetap dipertahankan. Baik generasi saat ini, maupun yang akan datang," tutup Heri.

Sementara itu, Sekrertaris Komisi III DPRD Kepri, Sofyan Samsir sangat apresiasi atan keputusan yang diambil oleh Penjabat Gubernur Kepri. Menurutnya, kebudayaan berbaju kurung di hari Jumat, harus terus dijaga. Karena itu sudah menjadi karakter di Provinsi Kepri.

"Dengan berbaju kurung di hari Jumat, menunjukan kalau Provinsi Kepri adalah daerah melayu yang selalu ingin menjadi adat istiadatnya," tambah Sofyan Samsir.

-

Arsip Blog

Recent Posts