Sang Pemimpi Jadi Film Terbaik di Festival Madrid

London, Inggris - "Sang Pemimpi" yang merupakan sekuel dari film Laskar Pelangi meraih penghargaan sebagai Film Terbaik Kategori Remaja dalam Festival Film Anak dan Remaja Internasional (Festival Internacional de Cine para la Infancia y la Juventud / FICI) yang diadakan di Madrid.

Penghargaan diserahkan pada acara penutupan festival yang diterima aktor Lukman Sardi yang hadir dalam festival tersebut sebagai undangan, beserta Salman Aristo, penulis naskah Sang Pemimpi, ujar Sekretaris III KBRI Madrid, Krisnawati Desi Purnawestri dalam keterangannya kepada Antara London, Selasa.

Dikatakannya pada pemutaran film Sang Pemimpi, masyarakat Indonesia yang ada di Madrid juga banyak yang menonton termasuk Dubes Adiyatwidi Adiwoso Asmady bersama staf KBRI di Madrid.

Selain film Sang Pemimpi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, "El So-ador" film berjudul Jermal hasil karya sutradara Ravi Bharwani juga menjadi wakil Indonesia dalam festival tersebut.

Film Sang Pemimpi dilombakan dalam kategori film remaja, bersaing dengan film-film lain dari Amerika Serikat, Perancis, Rusia, dan Turki, sedangkan Jermal merupakan film undangan yang tidak dilombakan.

Pada festival ini masyarakat umum di Madrid dapat menonton film-film ber-genre anak dan remaja dari lebih 15 negara di seluruh dunia yang diputar di Bioskop Dream, Palacio de Hielo Madrid, secara gratis.

Sistem penjurian sendiri dilakukan oleh panel terdiri dari empat orang yang berasal dari kalangan perfilman Spanyol, yaitu Angeles Perez Chica, Jose Diaz de Espada y Galan, Oscar Peyrou, dan Carlos Cespedes, serta didukung angket yang diisi oleh para penonton yang berasal dari berbagai tingkat usia.

Kedua film Indonesia tersebut masing-masing diputar dua kali selama festival, dengan penonton berjumlah sekitar 300 untuk setiap filmnya. Pada hari terakhir pemutaran film Indonesia, ditampilkan pula kesenian angklung secara interaktif oleh masyarakat Indonesia di Madrid.

Dari jumlah penonton yang hadir menunjukkan apresiasi masyarakat Spanyol terhadap film-film Indonesia cukup tinggi. Hal ini tidak mengherankan mengingat ini adalah partisipasi Indonesia yang ketiga kalinya dalam festival ini.

Pada tahun 2008 film Garasi mewakili Indonesia, sedangkan pada tahun 2009 film Laskar Pelangi juga dilombakan dalam kategori film anak-anak.

Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol, Adiyatwidi Adiwoso Asmady mengatakan perolehan penghargaan ini menjadi peluang untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Spanyol melalui film-film Indonesia.

Industri perfilman Indonesia yang semakin maju dengan teknik dan jenis yang semakin beragam akan dapat menjadi sarana "soft power diplomacy" untuk lebih membuka wawasan dunia internasional tentang Indonesia dan potensi yang dimiliki, ujarnya

Diharapkannya akan lebih banyak film Indonesia yang mengikuti festival-festival film internasional, tidak hanya yang bergenre anak dan remaja, akan tetapi yang juga ditujukan untuk semua kalangan.(*)

-

Arsip Blog

Recent Posts