Upacara Belimbur Akhiri Erau Kukar 2009

Tenggarong, Kaltim - Upacara Belimbur sebagai pertanda berakhirnya Pesta Adat Erau Tempong Tawar Kutai Kartanegara (Kukar) 2009, Minggu (2/8), benar-benar meriah. Siapa saja melintas di jalanan Kota Raja Tenggarong, dijamin basah kuyup karena disiram warga. Tidak ayal, hari itu benar-benar menjadi puncak kemeriahan Erau. Acara saling siram air tersebut dimulai, begitu sirine tanda Belimbur dimulai pukul 11.00 Wita berbunyi. Bahkan, di beberapa kawasan di Tenggarong, saling siram air itu sudah berlangsung sekitar satu jam sebelum sirine dibunyikan, karena warga sudah tak sabar untuk berbasah-basahan.

Tak hanya di daratan, perang air juga terjadi di perairan Mahakam. Beberapa buah kapal juga terlihat di Sungai Mahakam menyemprotkan air, seolah tak mau kalah dengan peperang terjadi di daratan. Apalagi sejak pagi sejumlah warga juga sudah menyiapkan pompa air di pinggir jalan, maupun sekadar dengan ember. “Belimbur seperti ini sebenarnya memang asyik. Hanya sayang masih ada beberapa gelintir warga, khususnya kaum muda, menggunakan kesempatan ini dengan perbuatan kurang terpuji. Saya tadi beberapa kali menengahi perkelahian kecil, lantaran ada pemuda menyiram remaja putri, sambil bertindak nakal,” ungkap Hadi, warga Tenggarong.

Acara belimbur sempat terhenti ketika lewat tengah hari, namun saling siram berlanjut lagi sampai sore. Apalagi belakangan cuara Kota Raja yang sempat mendung, belakangan menjadi terik. Sehingga perang air berlangsung sengit sampai menjelang senja. Tak hanya sengit perang air, sejumlah kawasan, khususnya jalan-jalan protokol Tenggarong, jadi macet total. Tak ayal, ribuan kendaraan roda 4 maupun roda 2 tidak leluasa bergerak. Kondisi itu juga cukup dimanfaatkan maksimal oleh warga yang berada di tepi kiri-kanan jalan, untuk menyiram para pengendara.

“Mau bagaimana lagi? Jalan macet begini, jadi kami tak bisa menghindar,” ungkap seorang ibu rumah tangga yang dibonceng sang suami, bersama seorang anaknya, asal Samarinda yang terjebak di perang air kemarin. Prosesi Belimbur itu sendiri dimulai sejak upacara Mengulur Naga atau menurunkan naga ke Sungai Mahakam, berlangsung di dermaga depan Museum Mulawarman pukul 10.00 Wita. Puluhan ribu masyarakat dari beberapa daerah di Kaltim seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutim dan tentu saja dari Kukar sendiri, sudah memenuhi Tenggarong sejak Sabtu (1/8) dengan fokus utama di Museum Mulawarman.

Setelah prosesi Belimbur selesai, tadi malam pukul 20.00 Wita digelar Bepelas malam terakhir, dimana 7 kali dentuman meriam dibunyikan dan ada atraksi Tari Topeng. Sultan AM Salehoeddin juga diberi kesempatan untuk menari saat Bepelas digelar. “Juga ada pemberian gelar dari sultan kepada tokoh-tokoh Kutai dan Kaltim,” jelas Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar, Sri Wahyuni. (idn/kpnn)

-

Arsip Blog

Recent Posts