Asal Muasal Ritual Seks di Gunung Kemukus

Oleh : Rizal Maulana, moonraker90

Bagi masyarakat Indonesia, mempunyai sebuah ritual keagamaan adalah hal yang lazim. Banyak sekali adat istiadat yang dibilang aneh, lucu, hingga tidak masuk akal. Karena itulah Indonesia, negara yang kaya akan kebudayaan.

Seperti yang terjadi di gunung Kemukus, yang terletak di pulau Jawa, tepatnya di Sangiran, Sragen. Ada sebuah budaya keagamaan yang cukup menarik minat jurnalis luar negeri, khususnya dari Inggris, untuk melihat seperti apa ritual yang terbilang aneh ini.

Setiap malam Jumat, khususnya Pon dalam penanggalan Jawa, banyak peziarah datang, untuk melakukan doa-doa di sekitar makam Pangeran Samudro, yang merupakan keturunan dari Majapahit.

Untuk itu, jurnalis bernama Patrick Abboud, menceritakan kisahnya menelusuri ritual yang terjadi di sana, khususnya ritual bersetubuh, baik dengan pasangannya maupun dengan wanita lain yang baru dikenal.

Selama 35 hari, Obboud mengatakan jika siapapun yang datang harus melakukan ritual tersebut selama tujuh kali. "Ini cerita yang sangat aneh. Beberapa tahun lalu saya membaca tentang ini, dan saya tertarik untuk datang kesana. Dan saya menemukan hal yang mengejutkan," ucap Obboud.

Ritual kuno ini dimulai sejak abad ke-16, dan dipercaya bisa membawa keberuntungan dan kebaikan selama hidup. Dari pria yang sudah menikah, ibu rumah tangga, hingga pegawai pemerintah, berpartisipasi di dalam ritual tersebut.

Tidak ada yang tabu selama di sana, siapapun yang datang akan melakukannya. "Ini adalah tradisi yang ada di Jawa yang berbeda dengan yang lainnya di Indonesia, ritual ini merupakan perpaduan dari Islam, Hindu dan Budhha," tambah Abboud.

Namun yang menjadi celakanya, kini ritual tersebut semakin ramai, yang menimbulkan prostitusi terselubung. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, untuk mengungkap apa yang terjadi dan menghentikan ritual yang menyimpang tersebut.

Sebagai negara mayoritas muslim, tentu kita tidak ingin tercemar dengan adanya pemberitaan dan investigasi seperti itu. Apalagi risiko penularan penyakit seperti HIV/AIDS akan semakin tinggi.

-

Arsip Blog

Recent Posts