Ribuan Orang Tonton Festival Indonesia Melbourne

Melbourne - Cuaca hangat di akhir pekan ketiga September dimanfaatkan ribuan warga Melbourne untuk menghadiri Festival Indonesia Weekend, Sabtu-Minggu (22-23/9/2012) di kawasan Queensbridge, Southbank. Berbagai penampilan kesenian khas Nusantara menjadi sajian yang menghibur.

Provinsi Jawa Timur sebagai penampil utama Festival Indonesia (FI) 2012 menyajikan Bedhoyo Majakirana, Barong, Geleng Ro'om, dan Gandrung Banyuwangi. Dari Aceh tampil Saman Gayo yang merupakan tarian otentik yang dibawakan oleh 15 penari pria dengan tinggi badan yang hampir sama dan rambut tergerai.

Sumatera Barat menampilkan tari Piring. DKI Jakarta menampilkan tari Kembang Kipas dan Kembang Tioeng serta Trinity Choir yang melantunkan lagu-lagu tradisional Indonesia.

Bali menampilkan tari Sekar Jagad. Dari Kalimantan ada tari Gapura Sa-Ijaan dan tari Ngepak Enggang, serta dari Sulawesi Utara menyajikan tari Lenso.

Ragam sajian tradisi Indonesia itu masih dilengkapi oleh penampilan dari komunitas Indonesia yang ada di Melbourne.

FI 2012 adalah perhelatan ke-8 yang dilaksanakan oleh Festival Indonesia Inc. dan KJRI Melbourne. Dalam rilis KJRI kepada koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, disebutkan bahwa Festival Indonesia dibuka resmi dalam perhelatan Indonesia Night, Jumat malam di Dallas Brook Centre.

Gubernur Jatim Soekarwo dalam sambutannya menjelaskan tema yang diusung dalam FI 2012, East Java The Dynamic Destination of Indonesia. "Tema ini mengandung arti warga Jawa Timur memiliki karakter dinamis, pembangunan infrastruktur juga berlangsung cepat dan dinamis. Masyarakat Jatim sangat bersahabat, terbuka, berterus terang, tulus, dan hangat menyambut tamu," papar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

"Silakan datang ke Indonesia, rasakan kehangatan sambutan dari warga kami," sambungnya.

Konjen KBRI Melbourne Irmawan Emir Wisnandar menyatakan, ajang FI 2012 adalah kesempatan yang baik untuk mempromosikan keragaman budaya Indonesia. "FI 2012 menyiapkan sajian yang lengkap, mulai dari gaya hidup, bisnis dan potensi usaha, hingga hiburan bagi keluarga," ujar Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania ini.

"FI tahun ini menyajikan serangkaian acara. Lomba rancang busana, fashion show, program kuliner dan kedai makanan, regional investment forum, travel and tourism networking, business networking, dan penampilan budaya Indonesia di sejumlah sekolah," tutur Cely Gultom, Presiden FI Inc.

FI Weekend juga menawarkan sejumlah workshop, di antaranya melukis batik, membuat wayang, pencak silat, mebuat layang-layang, lukis wajah, dan aneka permainan anak-anak.

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Vinsensius Jemadu, Kasubdit Wilayah Amerika dan Pasifik, mengharapkan agar ajang FI meningkatkan angka kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia.

"Festival Indonesia diharapkan bukan hanya ajang budaya tetapi juga bernilai ekonomi yang real bagi Indonesia," ujar Jemadu.

-

Arsip Blog

Recent Posts