Diusul, 24 November Hari Tari Saman

Banda Aceh, NAD - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan pemerintah mendukung usulan yang menetapkan setiap 24 November sebagai Hari Tari Saman.

“Mengingat pentingnya menancapkan identitas Saman ini, maka kami setuju jika ada satu hari yang ditetapkan dan dinamakan sebagai Hari Tari Saman,” katanya saat menghadiri atraksi Tari Saman massal di Blangkejeren, Gayo Lues, hari ini.

Sebanyak 5.027 penari laki-laki dan perempuan ikut membawakan Tari Saman di Stadion Seribu Bukit dengan disaksikan ribuan orang termasuk dari unsur forum koordinasi pimpinan daerah baik Gayo Lues, provinsi maupun sejumlah kabupaten di dataran tinggi “Tanah Gayo” itu.

“Usulan menetapkan tanggal 24 November sebagai Hari Tari Saman itu sangat tepat juga bertepatan dengan hari pengakuan Unesco yang menetapkan Tari Saman sebagai warisan dunia tak benda,” katanya menjelaskan.

Wagub Muzakir Manaf menyatakan, dapat dibayangkan betapa tingginya tingkat kesulitan Tari Saman dengan menjadikan tarian tersebut sebuah pertunjukkan kolosal. Tarian Saman itu juga disaksikan ribuan masyarakat sekitar Blangkejeren.

Wagub menjelaskan, Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan yang digagas oleh Pemkab Gayo Lues ini karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembangunan daerah ini.

“Rangkaian kegiatan ini merupakan langkah dan upaya kita untuk meningkatkan pembangunan di Aceh, khususnya di Kabupaten Gayo Lues ini,” kata Muzakir Manaf menambahkan.

Unesco secara resmi menyatakan bahwa Tari Saman merupakan warisan budaya asli dari “Tanah Gayo” itu adalah suatu hal yang istimewa.

“Lembaga resmi PBB (Unesco) itu sangat hati-hati dalam memberi pengakuan terhadap sebuah cagar budaya. Ada banyak negara yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan pengakuan atas warisan budaya mereka, tapi Unesco tidak sembarangan memberinya,” kata Wagub.

Unesco harus menelusuri asal usul budaya itu, keasliannya, keunikannya serta nilai-nilai sejarah yang ada di dalamnya, kata Muzakir Manaf.

Indonesia baru mendapatkan enam pengakuan dari Unesco untuk warisan budaya kategori tak benda, yaitu Wayang, Keris, kain Batik, Angklung, Subak di Bali dan Tari Saman.”Hari ini, saya serahkan sertifikat Unesco terhadapa Tari Saman itu kepada masyarakat disini,” katanya menambahkan.

Tari Saman yang biasanya dimainkan sebanyak 11 orang itu diciptakan seorang Ulama bernama Syekh Saman pada abad 14 Masehi.

-

Arsip Blog

Recent Posts