Sawahlunto, Sumatra Barat- Ribuan masyarakat, perantau dan wisatawan di kota Sawahlunto mengikuti acara makan bajamba dalam rangka peringatan hari jadi ke-120 kota Sawahlunto, Senin (1/12). Tradisi yang ada diselenggarakan keempat kali di pusat Kota Sawahlunto ini dikemas sebagai paket wisata di kota itu.
Wali Kota Sawahlunto Amran Nur mengatakan, kegiatan itu termasuk bagian dari upaya melestarikan kebiasaan makan bajamba yang sekarang sudah mulai meluntur.
”Makan bajamba ini juga diikuti seluruh etnis masyarakat di Sawahlunto mulai dari Minang, Jawa, Batak, dan China,” kata Amran.
Kepala Dinas Pariwisata Sawahlunto Tun Huseno mengatakan, kegiatan makan bajamba ini diadakan keempat kali. Tahun 2006, makan bajamba memecahkan rekor Muri dengan jumlah peserta 16.123 orang.
”Acara makan bajamba kali ini tidak menargetkan pembuatan rekor baru, tetapi lebih untuk kegiatan wisata di Sawahlunto. Kami masukkan kegiatan ini dalam paket wisata, bekerja sama dengan biro-biro wisata,” kata Tun.
Tun mengatakan, acara makan bajamba kali ini diikuti sekitar 12.000 orang.
Sejumlah kelompok masyarakat baru berpartisipasi dalam acara kali ini, antara lain masyarakat dari sejumlah etnis.
Pameran batik Sarkasih Said dan songket tua juga dipamerkan dalam peringatan hari jadi Sawahlunto.
Sarkasih Said, yang seniman batik, menampilkan sejumlah karya batik dan beberapa di antaranya terinspirasi dari Sawahlunto.
Selain itu, koleksi songket tua Minangkabau juga menjadi bagian dari pameran yang diadakan hingga tanggal 2 Desember. Beberapa songket tua berusia ratusan tahun, milik Mufida Jusuf Kalla juga ikut menyemarakkan pameran.
Peringatan hari jadi kota Sawahlunto ini juga diisi dengan peresmian Iptek Center Kota Sawahlunto.
Pusat ilmu pengetahuan yang pertama di Pulau Sumatera dan keempat di Indonesia setelah TMII, Taman Pintar Yogyakarta, dan di Malang.
Iptek Center yang berlokasi di Kompleks Museum Goedang Ransoem ini berisi 60 koleksi alat peraga yang bisa diuji coba oleh pengunjung.
Rencananya, koleksi akan terus ditambah. Bila koleksi mencapai 120, Amran berjanji akan memindahkan Iptek Center ke gedung khusus.
Kota Sawahlunto merupakan kota tambang satu-satunya di Sumatera Barat. Sebagai sebuah kota tambang, kota ini muncul bersamaan dengan pertambangan batu bara yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1892.
Batu bara sudah ditemukan di sini sejak pertengahan abad ke-19. Seorang ahli kemudian mengajukan kepada Pemerintah Belanda untuk menambang batu bara di daerah ini karena sangat dibutuhkan untuk dunia industri dan transportasi ketika itu. Sejak penemuan batu bara itu, daerah ini selalu dikunjungi oleh para geolog. (ART)
Sumber: http://cetak.kompas.com (2 Desember 2008)