Festival Arakan Pengantin, Tahun Depan Undang Melayu Serumpun se-Indonesia

Pontianak, Kalbar - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji goyang kaki setiap peserta arakan pengantin mendekat ke tenda utama, di Rahadi Usman, depan Kantor Wali Kota, Sabtu (25/10). Istrinya, Lismaryani menepuk-nepuk tangan. Sekretaris Kota Pontianak, Mochammad Akip pun menggerak-gerakan badan. Mereka melakukan semua itu mengikuti irama musik tanjidor peserta.

Tidak cukup musik tanjidor dari sebelas peserta Festival Arakan Pengantin, Sutarmidji dan Akip menari pada akhir acara. Keduanya dan sebagian warga baru berhenti ketika Sutarmidji meladeni awak media yang mewawancarainya. Festival Arakan Pengantin Hari Jadi ke-243 Pontianak ini jauh meriah dari tahun sebelumnya. Baik dari peserta maupun penonton lebih banyak. Konsepnya pun lebih baik. Festival Arakan Pengantin, kemarin dimulai dari RRI Pontianak di Jalan Sudirman sampai di depan Kantor Wali Kota. Memulai arakan, Sutarmidji dan istri, Akip dan istri, dan Yanieta Arbiastuti Edi Kamtono di arak melewati rute peserta. Rombongan pembuka itu disambut oleh atraksi pencaksilat Wekasan dari Perguruan Mujahiddin, asuhan Agus Priadi dan Doni.

Sebelas peserta masing-masing dari Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Timur, Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, Pontianak Barat masing-masing satu kelompok. Kecamatan Pontianak Kota dua kelompok, Kubu Raya tiga kelompok, dan Bank Kalbar satu kelompok.

Setelah bermusyawarah, dewan juri yang terdiri atas Syarif Selamat Yusuf Alkadrie, Juliati AS, dan Muslim Minhard memutuskan juara I adalah Bank Kalbar, urutan arakan 11, juara II Pontianak Barat, urutan arakan 10, juara III Pontianak Kota urutan arakan 7, dan juara harapan Pontianak Utara, urutan arakan 6. Juri juga memilih the best pantun adalah Kubu Raya, urutan arakan 9, dan the best pengantin Pontianak Utara.

Sutarmidji memuji arakan pengantin tahun ini. Semua peserta menyuguhkan yang terbaik. Dia membanggakan budaya Melayu Pontianak itu, dianggapnya jauh lebih baik pernikahan Rafi Ahmad dan Nagita Slavina. Sutarmidji juga senang dengan kehadiran peserta dari Kubu Raya. Tahun depan dia ingin mengundang seluruh dari di Kalbar. “Kita juga akan undang provinsi lain seperti Riau, Jambi, dan provinsi lainnya yang kental kebudayaan Melayunya,” ujarnya.

Asisten III Pemkab Kubu Raya, Lilik Kurniasih, mengatakan bahwa kehadiran pihaknya untuk berpartisipasi dalam Hari Jadi Pontianak. Kedekatan geografis membuat kebudayaan dua daerah tidak berbeda. “Tahun ini kami mengundang tiga tim, dari Sungai Raya, Terentang, dan dari dinas kebudayaan,” ucapnya. Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Pontianak, Irham Chandra, mengatakan bahwa Festival Arakan Pengantin yang diadakan Pemkot Pontianak bersama Pontianak Post merupakan upaya melestarikan kebudayaan sehingga perlu didukung semua pihak. “Di tengah masyarakat sendiri arakan pengantin dengan budaya Melayu Pontianak yang sesungguhnya mulai ditinggalkan. Makanya kegiatan seperti ini sangat penting,” tuturnya.

Irham sependapat dengan Wali Kota agar ke depannya lebih banyak lagi peserta dari luar agar festival kian meriah. Pada hari jadi ini, Irham menitip pantun untuk Pontianak. “Depan keraton ada alun-alun, peninggalan sultan dan para leluhur, kita ucapkan selamatan ulang tahun, semoga kota semakin makmur.”

Salah satu juri, Muslim Minhard setuju dengan keinginan Wali Kota Sutarmidji mengundang seluruh daerah di Kalbar dan Melayu serumpun di luar provinsi bahkan negara tetangga. Untuk itu Muslim Minhard yang biasa disapa Toing itu menyarankan agar peserta lebih kreatif. “Kreasi dimaksimalkan karena arakan pengantin seperti ini adalah konsumsi wisata dan merupakan pertunjukkan. Harus dipikirkan tentang itu. Pikirkan tentang kreasi pertunjukkan yang enak ditonton wisatawan. Namun, kreasinya tetap berpijak pada nilai-nilai tradisional dan budaya khas Melayu,” sarannya.

-

Arsip Blog

Recent Posts