Swiss Bantu Pengembangan Pariwisata di Flores

Kupang, Nusa Tenggara Timur - Pemerintah Swiss pada tahun 2010 membantu pengembangan pariwisata di Labuan Bajo, khususnya, dan Pulau Flores umumnya dengan mengucurkan dana sekitar 4,2 juta dollar Amerika Serikat. Flores memiliki potensi pariwisata yang sangat unik, tetapi belum dikembangkan.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik ketika berbicara di hadapan pejabat daerah Nusa Tenggara Timur dan peserta lomba sasando di Kupang, Minggu (20/12), mengatakan, perwakilan Pemerintah Swiss bersama tim dari Departemen Budaya dan Pariwisata telah mengunjungi binatang komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, serta sejumlah obyek wisata delapan kabupaten lain di daratan Pulau Flores.

”Bantuan ini diprioritaskan untuk pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya serta delapan kabupaten lain di daratan Flores. Kami berharap kabupaten lain di Timor, Sumba, dan Rote Ndao pun mendapat giliran pada masa yang akan datang,” katanya.

Potensi pariwisata di Flores sangat besar, tetapi sampai hari ini belum dikelola secara maksimal.

Hampir setiap kabupaten memiliki keunikan tersendiri, baik wisata alam, seperti Danau Tiga Warna di Kelimutu (Ende), warisan budaya peninggalan masa lalu (Semana Santa di Larantuka), berburu paus secara tradisional di Lembata, maupun binatang unik, seperti komodo di Manggarai Barat.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata NTT Ans Takalapeta mengatakan, bantuan Swiss itu untuk pembenahan sejumlah obyek wisata yang ada di Flores, seperti jalan, jembatan, penginapan, sarana transportasi, dan sumber daya manusia.

”Industri pariwisata melibatkan hampir semua sektor, seperti perhubungan, biro perjalanan, kesehatan, pertanian, industri rumah tangga, dan bidang kesenian tradisional. Karena itu, diperlukan kerja sama dan saling koordinasi di antara semua sektor,” kata Takalapeta.

Ia menuturkan, binatang komodo telah dinominasikan masuk ke dalam enam keajaiban dunia sehingga dengan sendirinya mendongkrak jumlah wisatawan dari dalam dan luar negeri ke komodo dan sekitarnya.

Pembenahan terhadap obyek wisata komodo dan sekitarnya tidak hanya menunggu bantuan dari luar, tetapi juga peran serta dan partisipasi pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat sangat diharapkan. (KOR/BEN)

-

Arsip Blog

Recent Posts